Header Ads

SAHABAT KU AISYAH

 “Aisyah
Begitulah  panggilan gadis sederhana itu,  wanita yang kukenal   sejak duduk di bangku kuliah. Meski tak terlalu akrab karna kita berbeda kelas, namun atas izin Allah persahabatan ini terjalin semakin erat bahkan setelah kita  menyelesaika study satu tahun silam. Seorang wanita dengan kelembutan hati, yang sangat sabar  dan selalu mengingatkan untuk kebaikan.
Masih ku ingat kenangan ketika sidang skripsi, saat itu aku dan aisyah menyelesaikan  ujian semester akhir hanya berselang beberapa waktu.
Sosok Aisyah yang periang dan suka bercanda mendekatkan hubungan kami, sampai Aisyah bercerita ini itu, bahkan  tentang seorang yang ia kagumi. Tahun berganti, namun Aisyah  tak pernah bosan becerita tentang seseorang yang dikaguminya.
Suatu hari Aisyah terlihas sangat  bahagia, walau jarak kita jauh, Aisyah selalu membagikan kisahny, atau mengabadiakn kisah itu via telpon kepadaku. Entah apa yang mendasari Aisyah hingga berani terbuka dan bercerita pada ku padahal kami hanya bertemu sesekli, tapi ia menaruh kepercayaan yang besar untuk bercerita akan seseorang yang ia kagumi, bahkan sahabat sahabat dekatnya pun tak tahu tentang seseorang yang ia kagumi beberapa tahun belakangan ini.
Dari setiap cerita yang Aisyah bagikan,aku mulai paham betapa  besar ia menaruh hati pada pria  tersebut, pernah suatu ketika  ia pun memintaku untuk membangukannya di 1/3 malam hanya untuk bermunajat, meyakinkan hatinya bahwa  pria itu yang benar ia harapkan untuk menemaninya menyempurnakan separuh agama.
“Anna..., apa yang harus ku lakukan”.tanya aisyah
 ” jaga hatimu baik baik, pria yang baik untuk wanita yang baik”
“aku gelisah banget”
“wudhu, sholat gih...”
“ tapi aku masih ingin bercerita”

Aku merunduk kembali, padahal aku juga tak mampu menutupi kecemburuanku pada Aisyah. Ku tutup rapat rapat hatiku agar Aisyah tak pernah tahu tentang perasaanku.  Aku terus berusaha menjadi pendengar yang baik untuk Aisyah, aku berusaha  mematahkan hatiku untuk menganggap semua biasa saja, tapi aku tak mampu meaklukan diri, berusaha survive, tapi selalu saja aku kalah. ahh... rasa apakah ini, dalam benak mulai bertanya tanya, padahal aku paham ini tak seharusnya ada.
 Ketika itu  butir bening kembali membasahi pipi,entah apa yang ku rasa, bagaimana mungkin aku mengagumi orang yang sama, sementara sahabatku juga mengaguminya, bahkan aku tahu betapa berasarnya harapan Aisyah tentang pria itu.
Memang aku jarang bertemu Aisyah, karna  waktu kuliah juga  kami tak pernah berada di kelas yang sama. tapi  aku merasakan Aisyah seperti sahabat sahabat dekat ku pula.
***
 Siang  itu  Aisyah kembali berceriata tentang orang yang sama, hati ku pilu mendengarnya,karna aku baru saja mengetahui tentang  perasaan seseorang yang dikagumi Aisyah, apalagi setelah pengakuan dari pria tersebut dan sahabatku Enni.
Beberapa hari setelah pengakuaan Enni yang masih membuatku seperti berada dalam dunia mimpi. ku akui hatikupun patah. semua rasa bercampur mejadi satu,samapi pada satu titik tak mampu kutahan air mata.
Tak tega rasanya mengatakan ini pada Aisyah, tapi  membiarkan Aisyah bahagia dalam kebahagian dan pengharapan semu sama saja  aku membiarkan ia jatuh dan sakit lebih jauh.
Siang itu kuputuskan untuk berkata jujur pada Aisyah, aku tahu ini belum waktunya untuk Aisyah ketahui, tapi sungguh sebenarnya akupun  lelah mendengarka curharan Aisyah tentang orang yang sama.
“ assalamualaikum Anna, Apa kabar”
“Waalaikum salam, alhamdulillah baik”
“ Ann, Aku ingin cerita”
 panjang lebar cerita Aisya padaku tentang orang yang sama, belum selesai ku baca satu persatu chat darinya... air mataku kembali  basah.
“ Aisyah aku tau perasaanmu begitu besar padanya, tapi maaf aku harus menceritakan kejujuran ini. maaf aku harus memetahkan hati dan seluruh penghrapanmu padanya.
“Dia mencintai Enni Syah, Sahabatku”
“Maaf aku harus cerita ini, tapi aku tak ingin kau luka lebih dari ini, dan maafkan aku telah menutupirasa ku padanya pula, dan jujur saat ini akupun berada di titik terlemahku pula. maafkan aku yang juga memiliki rasa yang sama.
“ Anna,.. kamu bercanda kan.?
aku terdiam sejenak, aku tahu betapa terpuruknya Aisyah sasat itu karna, kejujuranku
“Aku sudah menerka nerka ini sebelumnya Ann, kan benar apa yang aku takuti terjadi..
“ Hati kecil aku seperti sudah tahu tentang ini semua, tapi nafsuku selalu saja mengatakan,semuanya baik baik saja.
“ Tapi tak mengapa mungkin ini jawaban dari Allah atas  Doa doa yang aku munajatkan pada Nya.
“ Yaa Allah, Anna maafkan aku yang selalu bercerita tentang perasaanku, sementara akupun tak tahu tentang perasaanmu padanaya.
“ Anna, cuaca disiang ini panas terik, tapi hatiku hujan deras”
“ Tapi kita wanita yang kuat kan Ann?”
“ Iya Syah, Kita kuat karna ALLAH Selalu bersama kita”

ku berharap kau tetap sahabatku dan jangan berubah.
Aku menagis, membaca setiap kata kata Aisyah,  Akulah sebenarnya yang berdosa disini, jiwaku seakan menjadi lemah, betapa beruntung aku bertemu sahabat seperti ia, bukan membenci tapi ia mengajarkan untuk berbesar hati.
***
                Beberapa hari berselang ku tanyakan kabar Aisyah, dan kabar terakhir yang kudapati ia belajar menghafal Al Quran Masyaallah  saat ini akupun hanya mampu mendoakannya, semoga kau selalu dalam lindungan Nya, kau salah satu sahabat terbaik yang mengajarkan arti berbesar hati sesungguhnya.
Jazakillahukhaiiran







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.