TEKA TEKI HATI part 1
Teka
Teki Hati
Januari brlalu, satu bulan sudah pengakuan
itu, senja tak pernah mengerti mengapa
matanya senantiasa mencari sosok surya, tidak pula memahami dalam sepi
bibirnya berbisik tentang surya. tidak pula memahami mengapa pikiran dan
hatinya melekat erat tentang sosok itu.
Padahal ia sendiri tahu, bahkan beberapa sahabat dekatnya bulan dan malam
telah mengingatkannnya untuk melupakan surya. sosok yang hanya menunggu mentari, hal yang terlamat ia
ketahui selama ini.
Andai saja
sedari awal ia mengetahui mentari yang selalu mengisi hari surya, tentu
akan berbeda ceritanya. Kebersamaan yang
ia lalui bersama surya tidak sebentar, ia mencoba menyembunyikan rasa yanga ada namun tanpa ia sadari rasa itu semakin
berkembang setiap waktunya, memekarkan bunga bunga indah yang
tercipta dari setiap moment manis
diantara mereka berdua.
Sayangnya
apa yang difikirkan jauh berbeda dari knyataan. Tak seindah novel romace yang ia baca. surya mengancurkan
hatinya dalam sekejap, melayukan bunga bunga yang terpelihara dengan indahnya
yang ia jaga dalam waktu yang lama. memberikan kesedihan yang tak pernah ia
duga bagai serpihan kaca yang masih saat ini terasa menacap di kelopak mata.
Surya memang
memberinya kebahagiaan mewarnai tawa di setiap waktunya,sosok dewasa, bersahabat,
lucu, penyayang dan perhatian yang selalu memberiakan nasihat biajak, hingga
membuatnya begitu yakin surya adalah
terbaik. sayangnya, sosok surya yang terlalu baik membuat senja salah mengartikan sebuah rasa.
***
Sore itu dibawah rinai hujan yang membasahi
bumi khatulistiwa. senja dan bulan bertemu
di sebuah warung di perempatan
jalan. Mereka bercrita ini dan itu, senja dan bulan memang begitu dekat bahkan
mereka seperti kakak dan adik.
Tentang percakapan
antara ia dan surya tadi malam, sebenarnnya ia
masih penasaran tentang “ bunga lili” mengapa surya begitu menyukai
bunga tersebut?
di sisi lain, bulan dan surya pun bersahabat
dekat, bahakan bulan menganggap surya sebagai
saudara laki lakinya sendiri.
“ kak senja, maafkan
aku harus menceritakan sesuatu, aku mengatakan ini, karna aku tak ingin kau sedih nantinya, karna aku menyayangimu seperti
kakak kandungku sendiri, tentang bunga lili itu, sebenarnya itu semua
menginterprestaasikan tentang mentari, bulan mmprlihatkan sebaris tulisan dan
sebuah gambar dari handphonenya
maafkan bulan kak,
kakak jangan marah ya”.
bulan memeluk erat tubuh senja dan menagis
kemudian senja terdiam,seketika mendung
brbaris di pelupuk matanya. Ia berusaha menahan agar deras air matanya tapi
air mata itu mengalir membasahi pipi, ia berusaha tersenyum mengalahkan getir
pada pada hatinya
“ Bulan,, kakak tidak
akan marah, kakak berterimakasih karna kakak tahu lebih awal tentang semuanya. kalau kakak bisa memilih kakak
tak ingin jatuh cinta pada surya. tapi rasa itu fitrah da tak pernah salah,
walau ini pahit tapi kakak yakin mamapu
melewtinya.
bersambung.....**)

Tidak ada komentar